Jakarta – Jelang Munas VII Kadin Indonesia yang akan diselenggrakan pada 22-24 November mendatang, pencalonan Rosan Roeslani sebagai Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendatangkan dukungan dari asosiasi-asosiasi pengusaha. Dukungan tersebut, disampaikan Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) saat Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (5/11).

“Besok, kami dari asosiasi-asosiasi dunia usaha akan berdialog dengan Pak Rosan untuk mendengarkan paparan visi-misi dan program Beliau,” terang Yukki yang bertindak selaku juru bicara para ketua asosiasi yang berkumpul.

Yukki menyatakan bahwa saat ini sebesar 60-70 persen dukungan dari 192 asosiasi yang tergabung di Kadin Indonesia, terus mengalir terkait dukungan atas pencalonan Rosan Roeslani. Salah satu tolok ukurnya adalah kinerja Rosan selama menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial.

“Selain itu, Pak Rosan juga merupakan sosok pengusaha muda yang sukses di berbagai bidang bisnis yang digelutinya. Kiprahnya selama menjabat WKU Bidang Perbankan dan Finansial juga sudah menunjukkan kinerja yang positif,” papar Yukki.

Dia menambahkan, sebagai pengusaha sukses, Rosan aktif membesarkan bisnis-bisnis pemula dan UKM-UKM. Bukti konkretnya terlihat melalui lembaga pembiayaan Palapa Nusantara Berdikari. Lembaga pembiayaan di bawah bendera Kadin ini aktif menyalurkan bantuan modal kepada UKM-UKM di berbagai daerah. Bantuan tersebut terbukti mampu mengangkat kiprah UKM-UKM lokal untuk masuk ke pasar ekspor.

Rosan juga aktif berkomunikasi dengan para pelaku usaha, termasuk kami-kami yang hadir di sini. Dia turun langsung ke daerah-daerah untuk berkomunikasi dan melihat perkembangan ekonomi daerah,” sambung Anton R Santoso, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Indonesia (APERSI).

Pernyataan tersebut dibenarkan Nofel Saleh Hilabi dari Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (APJATI). Nofel mencontohkan, dalam dialog dengan APJATI, Rosan menunjukkan perhatian tidak hanya pada perusahaan pengirim tenaga kerja tapi terutama pada para pekerja di Luar Negeri.

Sumber: Suara Pembaruan