Metrotvnews.com, Jakarta: Ruang bagi perusahaan asuransi lokal untuk bisa mengkover proyek infrastruktur pemerintah masih tergolong sempit. Apalagi, proyek infrastruktur yang dibiayai oleh asing biasanya sudah diasuransikan kepada perusahaan asuransi asing yang memiliki rating internasional.

“Kalau (modal infrastruktur) yang dari luar negeri secara bilateral itu banyak requirement yang harus dipenuhi oleh pemerintah kita. Dan biasanya mereka juga bawa insurance-nya, requirment-nya salah satunya adalah
internationality,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani, di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2015).

Rosan menambahkan, tantangan yang kemudian muncul untuk asuransi lokal adalah bagaimana meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) serta meningkatkan struktur permodalan untuk bisa mendapatkan international rating.

“Tantangan bagi insurance lokal, meningkatkan SDM-nya, meningkatkan struktur permodalannya sehingga bisa mendapatkan rating internasional sehingga bisa berkecimpung di proyek-proyek infrastruktur yang
rencananya akan dikembangkan dan disusun oleh pemerintah,” jelasnya.

Untuk itu, dengan adanya seminar bagi perusahaan-perusahaan asuransi diharapkan bisa meningkatkan wawasan dan membuka SDM bagi dunia asuransi. Selain juga diperlukan peran pemerintah untuk memberikan porsi bagi asuransi lokal menjamin proyek infrastruktur pemerintah.

“Diperlukan juga dari peran pemerintah untuk bisa bermegosiasi dengan para lender kita di komponen asuransi yang bisa diberikan pada asuransi lokal,” pungkas Rosan.

 

Sumber: MetroTVNews.Com