PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia dalam mengajak perusahaan-perusahaan di daerah untuk melepas saham ke publik.

Diharapkan dengan kerja sama ini, emiten di BEI dapat melampaui bursa di kawasan Asia Tenggara. “Jumlah emiten di pasar modal Indonesia pun baru sebanyak 464 emiten atau masih di bawah bursa Malaysia yang sudah mencapai 900 emiten,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan dan Finansial Kadin Indonesia, Rosan Roeslani di Jakarta, Rabu (27/2).

Untuk itu, Kadin akan membantu BEI dengan terus menggalakkan anggotanya di beberapa daerah untuk berstatus menjadi perusahaan terbuka dan sahamnya tercatat dan diperdagangkan di BEI.

Rosan menilai, cukup banyak keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan jika melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia seperti pendapatan dana untuk melakukan ekspansi.

Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Samsul Hidayat, mengatakan, meski jumlah emiten di BEI masih kalah dari bursa Malaysia, namun dari sisi kapitalisasi pasar, BEI sudah melebihi Malaysia yakni sebesar Rp 4500 triliun atau US$ 450 miliar.

“Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan kapitalisasi pasar bursa Indonesia dapat melampaui kapitalisasi pasar bursa Singapura yang saat ini sebesar US$ 500 miliar,” kata Samsul Hidayat.

BEI terus melakukan penambahan instrumen investasi seperti jumlah emiten baru, jumlah penerbit obligasi, ataupun produk derivatif yang akan diluncurkan pada pertengahan 2013 agar menarik minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

“Potensi keuntungan yang didapatkan investor di sepanjang tahun ini dengan berinvestasi di BEI juga lebih besar dibandingkan bursa dunia. Hal itu terlihat dari pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari awal tahun ini hingga 25 Februari 2013 yang sudah mencapai sekitar 8%,” katanya.

Pencapaian itu jauh lebih besar dibandingkan bursa Korea yang hanya tumbuh 0,62%, Singapura 3,84%, Hongkong 0,72 persen, Indeks Dow Jones Amerika Serikat 6,84%, Inggris 7,95%, Shanghai 2,50%. Sementara bursa Malaysia turun 3,65%, dan Indeks Mumbai India yang 0,84%. Sedangkan tertinggi Indeks Nikkei 225 Jepang yang tumbuh 12,19%.

“BEI sudah saatnya mempunyai kerjasama lebih erat dengan Kadin Indonesia dan anggota Kadin diharapkan menjadi investor dan emiten pasar modal,” ujar Direktur Pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Rabu.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani mengatakan, sekitar lima perusahaan anggota Kadin merencanakan untuk segera melepas sahamnya ke publik.

“Saya melihat ada lima perusahaan dari Kadin siap IPO tahun ini,” kata dia.

Ia juga mengatakan sebagian perusahaan yang tercatat di Bursa merupakan anggota Kadin seperti grup Lippo, Sinarmas, dan grup Bakrie.

Ke depannya, ia mengaku pihaknya akan lebih memfokuskan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal kepada anggota Kadin di daerah.

“Itu karena selama ini hampir 90 persen Kadin terkonsentrasi di pusat,” kata dia.

Ketua Kadin Suryo Bambang Sulisto mengharapkan kerjasama dengan BEI dapat membawa banyak manfaat sehingga dapat meningkatkan “Good corporate governance” (GCG) dan menambah modal.

Ia mengatakan di tengah perekonomian dunia yang tidak pasti, Indonesia menjadi pusat perhatian investor. Hal itu karena fundamental ekonomi Indonesia yang positif.

“Perekonomian Indonesia yang baik mendorong investasi tak langsung dan langsung meningkat di Indonesia,” kata Suryo. Budi Suyanto

Sumber: Swa Online

Judul: BEI Gandeng Kadin Ajak Perusahaan Daerah Masuk Bursa