JAKARTA – Efek ketidakpastian perekenomian global cukup terasa di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Salah satu rujukannya adalah nilai ekspor yang menurun drastis, berbanding terbalik dengan impor yang meningkat tajam.

Untuk keluar dari masalah ini, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, struktur perekonomian Babel membutuhkan reorientasi.

“Provinsi Babel memerlukan restrukturisasi di sektor perekonomian dengan mendorong diversifikasi produk dan memprioritaskan leading sector selain tambang, Reorientasi dibutuhkan agar kita tidak terlalu rentan pada harga dan permintaan pasar global dan lebih mandiri secara ekonomi,” ujar dia dalam rilisnya, Selasa (13/10/2015).

Menurutnya, basis industri dapat dirintis dari potensi daerah yang ada melalui pengembangan usaha kecil menengah (UKM) potensial dengan membangun dan mendukung “local Champion”, yaitu produk atau brand lokal unggulan yang menjadi andalan dan bisa masuk ke pasar global.

Peranan unit UKM di Provinsi Babel tidak bisa dipandang sebelah mata. Berdasarkan data BPS, di Babel peran UKM mendominasi hampir 99% dunia usaha. Perkembangan UKM di Babel terus mengalami peningkatan cukup signifikan.

Pada 2013 jumlah UKM pengolah ikan sebanyak 1.225 unit namun pada 2014 menjadi 1.779 unit. Meski UKM di Babel meningkat, namun tetap harus didorong untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya agar pemasaran lebih luas dan memiliki ciri khas ‘brand lokal’ yang salah satunya melalui dukungan pembiayaan.

“Dengan begitu, program industrialisasi yang dicanangkan pemerintah dapat segera diwujudkan,” ujarnya.

Salah satu upaya Kadin Indonesia dalam mendukung terangkatnya brand lokal sebagai local champion adalah melalui bantuan modal bagi UKM potensial.

Sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan dan Finansial Indonesia, Rosan aktif mengelilingi provinsi-provinsi di Indonesia untuk mengangkat usaha-usaha kecil potensial tingkat daerah ke market yang lebih luas.
Melalui bantuan pembiayaan yang disalurkan PT Palapa Nusantara Berdikari, sudah banyak UKM lokal yang maju ke level yang lebih tinggi.

“Untuk provinsi Babel, kami telah melakukan Klinik Bisnis bagi UKM pada 1 Oktober 2015. Setelah melalui tahap seleksi, kami telah memilih tiga UKM yang layak menjadi mitra permodalan PT Palapa Nusantara Berdikari,” terang Rosan.

Ketiga unit usaha tersebut adalah Kericu Super Sindi yakni usaha produksi kripik telor cumi, Kripik Cumi Nina yang memproduksi produk cumi tepung crispy dan CV. Mirrando yang memproduksi terasi Bangka dan sirup jeruk kunci.

(izz)

sumber: ekbis.sindonews.com