WE Online Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada 22 November 2015 mendatang di Bandung. Salah satu agenda penting dalam Munas tersebut adalah pemilihan Ketua Umum Kadin periode 2015-2020.

Seperti diketahui periode kepemimpinan Suryo Bambang Sulisto sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia telah berakhir pada September 2015 lalu.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto  mengatakan, sampai saat ini baru dua nama yang mendaftarkan diri memperebutkan kursi nomor satu di Kadin. Ketika ditanya mengenai kabar adanya tujuh nama bakal calon ketum, Suryo mengaku belum tahu ketujuh nama tersebut.

“Wah, saya belum tahu ada tujuh nama. Itu tujuh nama dari mana? Setahu saya baru ada dua nama,” ungkap Suryo saat ditemui usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kadin Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (19/10/2015).

Kedua calon tersebut, katanya, sudah menemui dirinya menyampaikan minatnya mencalonkan diri sebagai ketua umum.

“Dua nama itu, Rosan Roeslani sama Maxi Gunawan. Lainnya daftar saja kalau mau maju. Munas masih sebulan lebih nanti 22 November di Bandung. Kalau ada yang bilang Munas tanggal lain nggak betul,” jelasnya.

Suryo menekankan, siapapun yang mencalonkan diri harus mengikuti aturan yang ada. “Artinya harus mengikuti aturan saja. Mereka-mereka kan sudah lama di Kadin, bukan orang baru,” ujarnya.

Ia juga  berharap ketua umum yang baru bisa menjadi langkah regenerasi kepemimpinan Kadin. “Regenerasi lah. Saya kan senior harus ada regenerasi,” jelasnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Kadin Wilayah Timur Annar Salahuddin Sampetoding mengatakan Kadin ke depan membutuhkan figur-figur calon ketua umum (caketum) baru yang visioner, energik, kreatif, inovatif, dan berwawasan luas
Sosok dengan kriteria dimaksud, menurut Annar, terlihat dalam diri Rosan Perkasa Roeslani.

Rosan yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, dalam penilaian para pimpinan Kadin Daerah, khususnya dari Wilayah Timur Indonesia, merupakan salah satu WKU yang paling berprestasi dalam lima tahun terakhir. Rosan dikenal sebagai pebinis yang memiliki inisiatif dan solusi dalam menghadapi tantangan ekonomi, terutama dalam sektor yang dipercayakan kepadanya.

“Dia merupakan salah satu WKU yang paling concern dalam menjalankan perannya di bidang perbankan dan finansial. Salah satu contoh inisiatifnya adalah berdirinya PT Palapa Nusantara Berdikari yang membantu usahawan-usahawan kecil di berbagai pelosok Tanah Air dalam mengatasi problem modal usaha,” jelas Annar.

sumber: wartaekonomi.co.id