JAKARTA – Pemerintah dinilai perlu menggerakan semua lini bisnis. Hal ini bertujuan untuk menyokong laju pertumbuhan ekonomi yang positif di tengah perlambatan ekonomi global.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan Roeslani, mengatakan sektor-sektor UKM dan industri kreatif yang selama ini mendapat porsi kecil harus ikut didorong karena lebih kokoh dalam menghadapi gejolak pasar global.

“Imbas gejolak di pasar global tidak begitu menyentuh sektor UKM dan industri kreatif. Karena ini, sektor ini, walaupun berskala kecil dan kontribusinya terhadap ekonomi nasional masih di bawah lima persen, sangat layak diandalkan sebagai salah satu solusi penggerak ekonomi nasional,” papar Rosan dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2015).

Dia mengatakan, UKM sangat penting sebagai penggerak ekonomi di Jabar. Data BPS 2014 menunjukkan Provinsi Jabar berada di peringkat kedua dalam jumlah dan jenis UKM per desa atau kelurahan dengan jumlah total 16.405.

Industri makanan dan minuman menempati posisi pertama dengan jumlah 4.023, disusul industri olahan dari kayu (3.987), industri anyaman (2.266), industri gerabah atau keramik (1.828), serta industri konveksi dan tenunan (1.779).

Menurutnya, bila UKM mampu digerakkan, maka pertumbuhan ekonomi Jabar, meskipun melambat namun bisa tetap di atas angka rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Yang terpenting, sektor yang terbukti berkontribusi bagi roda perekonomian provinsi dan memiliki peluang pasar yang besar bisa mendapatkan prioritas pemerintah.

“Tentu saja selain UKM potensial, lini-lini bisnis yang terkait pariwisata masih menyisakan peluang yang besar juga. Karena Jawa Barat masih menjadi destinasi wisata utama di Indonesia, baik untuk wisatawan mancanegara maupun domestik,” pungkas Rosan.

Sumber: Okezone.com