TEMPO.CO, JakartaKamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau ingin mengetahui terobosan pemerintah Indonesia di awal pemberlakuan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun ini.

“Apa saja terobosan apa saja dilakukan pemerintah dalam pemanfaatan MEA. Makanya kami undang Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani,” papar Wakil Ketua KADIN Riau, Victor Butar-Butar, di Pekanbaru, Rabu, 3 November 2015.

KADIN Riau tengan menggelar rapat pimpinan provinsi, dengan tema┬ámengevaluasi kinerja perekonomian di Riau selama 2015 dan proyeksi perekonomian 2016.”Kita berharap Thomas Lembong dan Franky Sibarani ini hadir, tapi kalau tak bisa minimal satu orang. Komunikasi terus kita lakukan, mudah-mudahan dalam pekan ini sudah ada konfirmasi dari mereka,” ungkapnya,

Secara internal di kawasan Asia Tenggara setelah MEA diberlakukan, kata Viator, apa barang-barang impor bebas masuk atau bebas mengalir dan tidak menganggap lagi perang seperti bea cukai dan lain sebagainya.

Lalu di Sumatera, dia contohkan, sudah mempunyai segitiga pertumbuhan Indonesia, Malaysia dan Thailand (IMT-GT) yang sudah ada aturan investasi baik dalam aturan seperti perdangganggan.

“Kami akan gali informasi itu dari mereka, begitu juga dengan aliran modal. Apakah dengan berusaha di Indonesia, maka saya sudah bebas ‘menginjak’ Singapura dan Malaysia?. Karena masalah ini belum jelas terlihat dari fakta dunia usaha sampai sekarang,” katanya.

Sumber: bisnis.tempo.co