Jakarta -Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan beberapa kebijakan yang salah di masa lalu termasuk di bidang ekonomi yang membuat Indonesia gagal dalam berbagai hal. Sebagai negara besar, Indonesia tak banyak berhasil memanfaatkan peluang yang lewat begitu saja.

Hal ini disampaikan JK dalam acara pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (4/12/2015)

Acara ini dihadiri oleh kalangan perbankan, dunia usaha, akademisi, antara lain James Riady, Harry Tanoesoedibjo, Rosan Roeslani, Boediono, Chairul Tanjung, Bambang Brodjonegoro, Faisal Basri, Emil Salim, Sandiaga Uno, Thomas Lembong, Ahmad Baiquni dan lainnya.

“Banyak pertanyaan, kenapa Indonesia ini negara besar, pernah mengalami masa sangat menguntungkan misal harga minyak, tapi kita gagal tahun-tahun terakhir ini. Kenapa ekspor kita tinggi, tapi cadangan devisa hanya US$ 100 miliar,” kata JK.

“Apa kebijakan apa, apa yang salah? kenapa nggak bertahan saat kita hebat,” tanya JK lagi.

Ia mengatakan Indonesia pernah mengalami masa booming harga minyak dunia pada era tahun 1970-an, dan bisa memanfaatkannya, bahkan saat tahun 1974 ada krisis, Indonesia relatif aman. Namun setelah itu, Indonesia gagal memanfaatkan booming harga komoditas dari tambang hingga perkebunan beberapa tahun lalu.

“Saat harga komoditas naik nggak banyak manfaatkan,” tegas JK.

JK mengatakan cadangan devisa Indonesia tak bertambah banyak saat ada booming harga komoditas yang umumnya banyak diekspor. Selain itu, adanya kebijakan cadangan devisa bebas membuat tak banyak devisa yang masuk ke dalam negeri, padahal negara seperti Filipina dan Singapura sangat ketat soal ini.

“Karena kita hanya berpegang pada pasar. Karena kita hanya berpegang pada liberalisasi yang dibuat pada masa reformasi. Devisa bebas kita. Kita minta pasar, pasar, pasar, portofolio masuk, bayar bunga mahal, itu daya tarik kita, rupiah tidak stabil, makanya ekonomi mahal yang terjadi. Itu salah satu kebijakan yang harus kita pelajari. Jangan terulangi,” tegas JK.

Kebijakan yang gagal pada masa lalu lainnya adalah soal perbankan, yang terpukul parah dari dampak krisis moneter 1998. Sehingga ada kebijakan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menjadi ‘musibah’ bagi keuangan negara.

sumber: finance.detik.com/