Jakarta- Untuk menyelamatkan ekonomi saat ini, langkah awal yang dapat dilaksanakan adalah menjaga tingkat inflasi menjadi rendah dan stabil sehingga iklim perekonomian akan menjadi kondusif. Dengan kondisi ekonomi kondusif, maka akan memberikan kepastian biaya produksi produk dan distribusi kepada pelaku usaha.

Demikian dikatakan Wakil ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani, dalam acara silaturahmi dan dialog ekonomi antarpelaku usaha nasional dan daerah di The Trans Resort Bali, Sabtu (26/9) sebagaimana dalam siaran persnya yang diterima SP, Senin (28/9).

Menurut Rosan, belajar dari strategi yang dilakukan Tiongkok, mestinya hal yang sama juga bisa dimanfaatkan oleh Indonesia. Depresiasi nilai tukar rupiah mestinya dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki struktur ekonomi yang rapuh. “Utamanya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku, juga memperbaiki struktur ekspor. “Industri bisa menjadi pondasi baru perekonomian nasional. Yang dimaksud dengan industri tidak hanya sebatas teknologi fabrikasi dan manufaktur, tetapi lebih pada peningkatan nilai tambah produk,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta mengemukakan, Rosan bukan orang baru bagi Bali, Rosan merupakan salah satu pengusaha nasional yang banyak berinvestasi di Pulau Dewata. Sosok Rosan selanjutnya diharapkan mampu mendorong pengembangan perekonomian Bali dan industri pariwisata Bali ke depannya.

Pihaknya menginginkan adanya langkah konkret untuk mengantisipasi dampak inflasi agar tidak semakin bertambah buruk pengaruhnya bagi masyarakat di Pulau Dewata. Sudikerta mengemukakan, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I tahun 2015 mengalami perlambatan sebesar 6,2 persen (yoy), jauh lebih lambat dari triwulan sebelumnya yakni 7,8 (yoy) dan jika dibandingkan triwulan I tahun 2014 sebesar 6,5 persen (yoy).

Menurutnya, perlambatan tersebut diakibatkan oleh penurunan investasi untuk pembangun infrastruktur di Bali yang berskala besar. “Untuk itu perlu ada upaya agar tingkat inflasi dapat mencapai target yakni 6,44-7,13 persen seperti yang tertuang pada RPJMD Provinsi Bali,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KADIN Bali, Anak Agung Alit Wiraputra menyatakan, perekonomian di Bali masih tumbuh di kisaran yang tidak terlalu jelek yakni di atas 5 persen. “Hanya saja, pertumbuhan ini masih dinikmati oleh sebagian kecil orang saja. Maka, petumbuhan ini tidak memberikan dampak secara signifikan bagi seluruh masyarakat Bali,” tegasnya.

Sumber: BeritaSatu