Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu wilayah Indonesia yang diberkahi dengan kekayaan alam melimpah. Bahkan melalui kekayaan alam tersebut Kaltim adalah salah satu wilayah yang signifikan memberikan pemasukan bagi perekonomian nasional melalui ekspor migas dan batubara.

Namun demikian, keunggulan Kaltim tersebut juga dapat menjadi sebuah bumerang bagi pengusaha dan pemerintah daerah yang bergantung pada komoditas yang fluktuasi harganya ditentukan oleh dinamika pasar global.

“Saat permintaan ekspor dan harga batubara turun, dunia usaha akan meredup”, demikian pandangan Rosan P Roeslani, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial yang dikutip dalam laman Kadin Indonesia (8/9).

Jajaran Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) disebutkan siap memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim guna mengembangkan Kawasan Industri Kariangau Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung Penajam Paser Utara (PPU), Kawasan Berbasis Gas dan Kondensat di Bontang, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kutai Timur.

Melalui pengembangan kawasan-kawasan industri ini Kadin yakin perekonomian daerah Kaltim dengan implementasi yang baik, akan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

Dipandang penting sarana dan prasarana infrastruktur yang mendukung seperti jalan yang mulus jaringan telekomunikasi yang baik, serta kawasan industri yang dekat dengan bandara penerbangan dan juga akses transportasi kereta api, untuk operasional hasil produksi yang lebih baik.

Pemerintah Provinsi Kaltim berharap dengan adanya dukungan pemerintah melalui Kadin Indonesia dapat mendorong percepatan pembangunan kawasan industri di Kalimantan Timur. Dengan demikian kekayaan sumber daya alam yang ada di daerah dapat dikelola dengan baik guna mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah Kalimantan Timur.

Sumber: BeritaDaerah.co.id