Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P. Roeslani mengatakan Provinsi Kalimantan Timur membutuhkan fondasi ekonomi baru setelah selama ini hanya bergantung pada ekspor migas dan batu bara.

“Indonesia secara umum, termasuk Kaltim butuh fondasi perekonomian baru. Sektor industri perlu mendapatkan perhatian lebih dengan didukung oleh kualitas produk yang unggul,” kata Rosan melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan Provinsi Kalimantan Timur selama ini memberikan kontribusi yang cukup signifikan melalui ekspor migas dan batu bara, namun kondisi tersebut bisa menjadi bumerang jika kalangan pengusaha dan pemerintah tetap bergantung pada komoditas yang fluktuasi harganya ditentukan oleh pasar global.

Rosan menjelaskan produk komoditas sejauh ini berada di garda depan ekspor Indonesia. Pada era 70-an hingga 90-an, Indonesia begitu mengandalkan ekspor minyak bumi.

Pada era 90-an, industri manufaktur mulai berkembang, namun bukan disebabkan kualitas produk dan inovasi kreatif yang dihasilkan sumber daya manusia (SDM). Jumlah tenaga kerja yang melimpah ditambah upah yang rendah memungkinkan investasi di sektor tersebut.

Selanjutnya, pada era 2.000-an komoditas batubara dan CPO menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Saat permintaan ekspor dan harga batu bara turun, kata dia, dunia usaha akan meredup.

Sebagai salah satu pengusaha nasional yang diundang berdialog dengan Presiden Joko Widodo, Rosan memandang dunia usaha perlu ikut bertanggung jawab untuk menghadirkan fondasi ekonomi baru melalui produk unggulan lokal yang dihasilkan oleh SDM yang berkualitas.

Terobosan tersebut, menurut dia, akan memperbaiki citra Indonesia yang lebih dikenal sebagai konsumen dan pasar terbesar di Asia Tenggara.

“Lewat produk-produk kampiun lokal inilah, Indonesia bisa hadir di kancah internasional sebagai kekuatan ekonomi dengan citra baru, sebagaimana Jepang, Korea, China, dan India yang telah lebih dulu dikenal melalui produk-produk berkualitas,” tuturnya.

Kadin Indonesia selaku mitra pemerintah di bidang ekonomi, juga siap mendukung paket-paket kebijakan di bidang ekonomi termasuk memfasilitasi kemudahan investasi.

Ia berharap paket-paket kebijakan dari pemerintah akan mendorong pelaku usaha untuk tetap optimistis dengan terus mengembangkan daya kreasi dan inovasi dalam berinvestasi terutama untuk menyambut pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

“Instabilitas ekonomi dan terbukanya pasar ASEAN perlu dilihat sebagai tantangan bagi dunia usaha. Kemunduran perekomian dan kompetisi bukanlah sesuatu yang patut ditakutkan bagi kita yang memiliki spirit ‘entrepreneur’ sejati. Peluang selalu terbuka selama kreativitas dan inovasi menjadi standar bisnis,” ujar Rosan.

Sumber: Yahoo!News