(Berita Daerah – Nasional) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan bahwa pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Paket kebijakan yang diluncurkan oleh pemerintah dinilai sudah cukup baik, sehingga saat ini yang harus dilakukan adalah mendorong daya beli masyarakat.

Wakil Ketua Kadin Bidang UKM Erwin Aksa di Semarang, Selasa (27/10) mengatakan beberapa sektor yang harus dijaga oleh pemerintah antara lain harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). Apabila terjadi kenaikan tarif pada dua sektor tersebut, maka akan langsung berdampak kepada daya beli masyarakat khususnya masyarakat kelas bawah.

Menurut Erwin pada saat ini banyak perusahaan yang melakukan pemangkasan besar-besaran dari sisi jumlah pegawai. Untuk itu pihaknya berharap dalam hal ini pemerintah juga harus menjaga jangan sampai terjadi penurunan lebih banyak lagi. Berbagai paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah diharapkan bisa diimplementasikan dengan baik sehingga dapat menopang perekonomian saat ini.

Selain itu permintaan barang juga harus ditingkatkan oleh pemerintah melalui belanja APBN untuk membangun proyek-proyek besar yang sekaligus dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Pada saat ini sektor swasta dinilai belum bisa diandalkan, karena mengalami tekanan dari kondisi ekonomi yang sedang lesu.

Hal tersebut terlihat dari volume produksi yang dikurangi, ditambah lagi dari sektor perbankan yang juga tidak memberikan kredit besar-besaran. Oleh karena itu Kadin berharap pemerintah bisa memperbanyak belanja melalui pembangunan proyek-proyek strategis.

Kadin juga berharap agar bantuan langsung kepada masyarakat miskin jangan sampai terlambat, karena jika terjadi keterlambatan bisa berdampak kepada penurunan daya beli masyarakat. Sektor konsumsi masih menjadi andalan bagi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ditengah lesunya perekonomian global dan belum optimalnya kinerja ekspor.

Sebelumnya Kadin menekankan pentingnya pembangunan industri nasional yang kuat karena selama ini sektor industri masih bergantung pada komoditas ekspor, sehingga kondisi tersebut dinilai rentan ketika terjadi penurunan harga komoditas di pasar internasional yang dapat merugikan perekonomian nasional.

Untuk mengatasi hal tersebut salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membangun sektor industri yang tidak bergantung kepada bahan baku impor. Sektor industri yang paling mudah untuk dijadikan prioritas agar semakin kuat adalah industri hilirisasi dengan bahan baku komoditas yang dimiliki seperti sawit, pertambangan, perikanan serta pariwisata dan budaya.

sumber: beritadaerah.co.id