JAKARTA – 102 suara berhasil direbut Rosan Roeslani pada Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ke-VII di Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa malam, (24/11). Dengan demikian, Rosan Roeslani berhak memimpin organisasi pengusaha ini. Sementara itu pesaingnya mantan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel hanya memperoleh 27 suara.

Sebelum munas digelar, sebagian peserta Munas sudah menyampaikan dukungan kepada Rosan dalam sidang pleno, mengenai pandangan umum masing-masing Kadin provinsi dan asosiasi pengusaha terhadap laporan pertanggungjawaban dewan pengurus Kadin Indonesia. Sehingga tidak heran jika Rosan meraih kemenangan ini.

Kadin provinsi yang mendukung Rosan Roeslani antara lain Bali, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Barat, Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jogjakarta, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Jambi, Papua, dan Jawa Barat. Termasuk Kaltim dan Kaltara.

Sementara yang mendukung Rachmat antara lain Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatra Barat, Riau, Maluku, dan Sulawesi Utara. Beberapa Kadin daerah belum menyampaikan dukungan dalam sidang pleno. Sementara dari 30 asosiasi, 22 asosiasi sudah menyatakan dukungan kepada Rosan. Sedangkan sisanya belum menyampaikan dukungan saat sidang pleno.

Perlu diketahui, Kadin provinsi mempunyai 3 suara, sementara asosiasi mempunyai 1 suara. Sehingga total suara dalam pemilihan adalah 132 suara. Namun saat pemilihan Selasa malam lalu, hanya 129 orang yang menggunakan hak suaranya. 100 suara dari Kadin provinsi dan 29 suara dari asosiasi. Ada dari Kadin dan asosiasi yang tak menggunakan hak suaranya.

Rosan mempunyai komitmen membangun dunia usaha di daerah-daerah. Selama beberapa bulan, Rosan berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengetahui masalah para pengusaha. Tak hanya berkeliling, Rosan juga melakukan sosialisasi terkait pencalonan dirirnya yang maju sebagai calon Ketua Umum Kadin. Maka dari itu, kebanyakan peserta Munas mendukung Rosan.

Sementara Rachmat Gobel kalah ‘start’. Rachmat baru mencalonkan diri beberapa pekan sebelum pelaksanaan pemilihan, sehingga tidak sempat melakukan sosialisasi dan berkomunikasi dengan pengurus Kadin di daerah. Karena waktu yang mepet, Rachmat mengakui banyak pengusaha yang  menyebutnya nekat maju sebagai calon ketua Kadin.

Meski tidak terpilih, Rachmat menyatakan siap bekerja sama dengan Rosan untuk memajukan dunia usaha. “Apapun hasil Munas Kadin, bukanlah akhir perjuangan saya. Karena perjalanan kita untuk mencapai kemandirian ekonomi nasional masih panjang,” ujar chairman Panasonic Gobel Group ini saat menyampaikan paparan sebelum pemungutan suara.

Setelah terpilih sebagai ketua umum Kadin, Rosan mengatakan akan segera menyusun pengurus Kadin Indonesia, dan dia memperkirakan 1 bulan sudah selesai. Dia akan memilih pengurus Kadin berdasarkan track record, kapabilitas, dan kompetensi. Bahkan dia siap merangkul pendukung Rachmat Gobel. “Saya akan merangkul semua komponen, tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.

DUKUNGAN KALTIM

Ketua Kadin Kaltim Fauzi A Bachtar mengatakan, Rosan dan Rachmat Gobel adalah aset Kadin yang sangat berharga. Keduanya mempunyai kapasitas sebagai ketua umum. Namun, selama ini Rosan lebih banyak melakukan pembinaan dan koordinasi dengan daerah-daerah. Dia berharap Rosan bisa ikut mendorong pengusaha-pengusaha di daerah untuk mengembangkan potensi mereka.

Dia juga berharap kader Kadin Kaltim bisa menjadi pengurus Kadin Indonesia agar bisa mengawal kepentingan Kaltim. “Kami menginginkan ketua umum Kadin Indonesia tidak hanya peduli daerah pada saat menjelang Munas. Kami ingin Kadin Indonesia bisa terus peduli bagi pengembangan dunia usaha di daerah, khususnya di Kaltim,” ujar Fauzi.

Fauzi mengatakan Rosan juga berkomitmen meningkatkan sinergi dengan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan regulasi-regulasi dalam perdagangan. “Tantangan yang juga penting, bagaimana Pak Rosan mengatasi dualisme di Kadin Indonesia. Persoalan ini harus diselesaikan segera agar Kadin bisa berkembang dan mendukung perekonomian nasional,” ujarnya.

Sebelum maju sebagai calon ketua umum Kadin, Rosan adalah Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial. Salah satu program Rosan adalah memberikan bantuan modal bagi UKM potensial agar bisa berkembang dalam pasar yang lebih luas. Pria berusia 46 tahun ini membentuk PT Palapa Nusantara Berdikari untuk membantu pengusaha kecil di Indonesia yang mengalami kesulitan modal.

Rosan memiliki kedekatan dengan Kaltim karena pernah menjabat sebagai direktur utama PT Berau Coal Energy. Salah satu ahli financial advisors yang dimiliki Indonesia ini, juga pernah menjadi komisaris PT Mahaka Media Tbk (perusahaan penerbitan surat kabar, majalah, jaringan radio, portal, dan teknologi informasi). Saat ini Rosan menjadi chairman grup Recapital, perusahaan yang bergerak di sektor investasi.