BANDUNG – Dalam rangka menggenjot pertumbuhan ekomoni dalam negeri, paket kebijakan ekonomi gencar diluncurkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, bagi kalangan pengusaha, masih ada yang kurang dari paket-paket yang diluncurkan.

 

Rosan Roeslani, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2015-2020 yang barus saja terpilih, menurutnya kepercayaan masyarakat merupakan satu hal yang diperlukan pemerintah.

 

“Dalam hal ini (perbaikan ekonomi), pemerintah harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” ujar Rosan, ditemui usai pemilihan Ketum Kadin dalam Munas Kadin ke-VII, di Hotel Trans Luxury Bandung, Selasa (24/11) malam.

Pemerintah seharusnya bisa lebih banyak melibatkan Kadin atau asosiasi dunia usaha lain dalam penentuan kebijakan ekonomi. Itulah solusi untuk mengumpulkan kepercayaan masyarakat, menurut Rosan.

“Untuk dapat kepercayaan masyarakat, pemerintah harus berdiskusi bersama asosiasi atau organisasi, untuk rumuskan program-program yang tepat sasaran. Kalau kerjanya benar, kan ini menambah kepercayaan,” jelas Rosan.

Rosan mengatakan pemerintah belum banyak menemukan celah kebijakan untuk mendongkrak ekspor. Tak hanya itu, perlambatan ekonomi dunia diprediksi masih berlanjut pada tahun depan.

“Dalam 1-2 tahun ke depan, kita masih besar tantangannya, perekonomian masih akan tumbuh 5-5,3% perkiraannya. Memang Kita masih bergantung di infrastruktur dan penyerapan anggaran, kita belum menemukan hal-hal lain yang menjadi katalis untuk bisa meningkatkan ekspor kita,” katanya.

“Ke depannya kita dengar pemerintah tidak akan berhenti di 6 paket kebijakan. Katanya masih akan ada paket 7, paket 8, dan paket seterusnya,” tambah Rosan.

 

Sumber: Detik Finance