Penguatan ekonomi daerah harus terus dipacu agar daerah bisa bertahan dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia yang berimbas pada perekonomian nasional, menyusul dengan adanya tuntutan kesiapan dunia usaha dalam menghadapi pasar bebas ASEAN 2015.

“Pelemahan ekonomi dunia belum memperlihatkan adanya pemulihan yang berarti, sehingga berdampak pada menurunnya nilai dan jumlah ekspor ke berbagai negara tujuan ekspor. Daerah juga harus berusaha melakukan penguatan ekonomi untuk menghadapi pasar bebas Asean,” kata Ketua Komite Tetap Modal Ventura dan Pembiayaan Alternatif Kadin Safari Azis di sela-sela klinik bisnis pemberdayaan UKM dan potensi daerah untuk meningkatkan ekspor di Medan – Sumatera Utara, (4/7).

klinik bisnis Sumut 2

Menurut Safari, penguatan ekonomi daerah itu bisa dilakukan dengan meningkatkan komoditas-komoditas unggulan ekspor yang berdaya saing, sehingga industri dan UKM daerah bisa bertahan dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada dibalik Pasar bebas Asean. Dia menilai, posisi Sumatera Utara yang secara geografis berdekatan dengan negara tetangga di Asean seperti Malaysia dan Singapura diharapkan dapat menjadi faktor penguat bagi daerah Sumut untuk lebih berkembang dari aspek ekonomi, khususnya melalui ekspor unggulan daerah. “Bukan sebaliknya, dimana Sumut hanya menjadi sasaran pasar negara asing,” kata dia.

Safari mengatakan, saat ini dunia usaha memerlukan dukungan yang lebih nyata dari pemerintah agar para pelaku usaha di daerah dapat memanfaatkan berbagai peluang yang terbuka dengan berlakunya ASEAN Economic Community 2015. Pihaknya mengharapkan bentuk dukungan pemerintah itu bisa difokuskan untuk peningkatan daya saing untuk industri dan UKM agar standar mutu dapat meningkat, tidak terkecuali bagi komoditas-komoditas unggulan yang dimiliki Sumut seperti karet, sabun, kertas pulp, sawit dan kopi. “Semua pihak harus senantiasa melakukan upaya-upaya penguatan UKM agar produktivitas dan kualitasnya lebih berdaya saing dan lebih siap menghadapi pasar bebas”.

klinik bisnis Sumut 4

Safari menjelaskan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan para pelaku UKM agar bisa melakukan ekspor. Diantaranya, memiliki keahlian logistik, manajemen ekspor, pemasaran, dan kesiapan keuangan. “Yang menjadi persoalan adalah masih banyak UKM daerah yang tersendat dalam permodalan dan akses pembiayaan dari perbankan karena belum bankable”. Safari menambahkan, bilamana akses ke perbankan masih dirasakan sulit, Kadin merekomendasikan agar para pengusaha daerah dan UKM bisa mengakses pembiayaan melalui alternatif lain dengan memanfaatkan lembaga non perbankan.

Pihaknya menuturkan, sebagai wujud nyata dari komitmen untuk memperkuat perekonomian daerah, Kadin Indonesia membentuk lembaga kemitraan pembiayaan “Palapa Nusantara Berdikari” yang telah dan akan melakukan akselarasi penyaluran dana kepada UKM di daerah-daerah. Selain di Sumut, sosialisasi pembiayaan UKM juga telah dilakukan di Pronvinsi DKI Jakarta, Gorontalo, Bali, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Barat dan yang terkahir di Sulawesi Selatan. “Palapa Nusantara Berdikari akan membina badan usaha atau pelaku UKM yang memiliki potensi untuk melakukan ekspor. Pembinaan ini dilakukan dari yang tadinya tidak bankable menjadi bankable,” jelas Safari.

klinik bisnis Sumut 7

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara Herizal Pulungan mengatakan, pemerintah daerah memang tengah mendorong kinerja ekspor dengan melakukan fasilitasi kegiatan promosi dagang. Pihaknya mengamini bahwa, kekhawatiran akan banjirnya produk asing di daerah akan mengancam para pelaku UKM daerah.

“Pelayanan informasi untuk akses pasar kita terus dorong. Perusahaan juga harus memanfaatkan jejaring kemitraan yang lebih intens baik dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah, bahkan dengan lembaga pembiayaan yang strategis untuk mendongkrak kinerja perdagangan,” kata Herizal.

klinik bisnis Sumut 6

Judul: Perkuat Ekonomi Daerah, Kadin Genjot Pembiayaan Ekspor