Kalangan dunia usaha siap berperan aktif dalam menstabilkan perekonomian nasional. Serta menyambut berlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di akhir tahun ini.

Kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani, pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin siap membantu pemerintah dalam upaya stabilisasi ekonomi. Sejauh ini, pebisnis masih optimis dengan performance perekonomian nasional, termasuk penyikapi MEA yang sudah di depan mata.

“Instabilitas ekonomi dan terbukanya pasar ASEAN perlu dilihat sebagai tantangan bagi dunia usaha. Kemunduran perekomian dan kompetisi bukanlah sesuatu yang patut ditakutkan bagi kita yang memiliki spirit entrepreneur sejati. Peluang selalu terbuka selama kreativitas dan inovasi menjadi standar bisnis,” kata Rosan di Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Kata kandidat Ketum Kadin ini, paket kebijakan ekonomi yang sebentar lagi diumumkan pemerintah, diharapkan bisa memberi angin segar bagi pelaku usaha. Bahwasanya, mindset ekonomi Indonesia harus bisa dirubah. Yang semula bergantung kepada komoditas dari sumber daya alam (SDA), digeser ke industri.

“Ketergantungan pada komoditas telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi kita rapuh karena kita tidak meletakkan fundasi yang kokoh bagi perekonomian nasional. Hasilnya, ketiga era kejayaan tersebut berakhir dengan goyahnya ekonomi nasional,” tutur Rosan.

Provinsi Kalimantan Timur, kata Rosan, merupakan salah satu wilayah Indonesia yang diberkahi kekayaan alam melimpah. Sumbangsih Kaltim bagi perekonomian nasional melalui ekspor migas dan batubara, sangat signifikan.

Namun, kata Rosan, kondisi ini bisa menjadi bumerang apabila kalangan pengusaha dan pemerintah tetap bergantung pada komoditas yang fluktuasi harganya ditentukan pasar global. Ketika permintaan serta harga batubara merosot maka dunia usaha-pun lesu.

“Indonesia secara umum, termasuk Kaltim butuh fondasi perekonomian baru. Sektor industri perlu mendapatkan perhatian lebih dengan didukung oleh kualitas produk yang unggul,” kata Rosan.

Sumber: Inilah.com