Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah agar membentuk lembaga pembiayaan industri. Lembaga itu dipandang Kadin bisa menjadi salah satu kunci peningkatan daya saing industri nasional.

IMG_5009
“Lembaga itu diamanatkan UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian sebagai lembaga pembiayaan investasi di bidang industri,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Sudirman M. Rusdi, di Jakarta, Selasa 5 Mei 2015.
Sebagai perwakilan dunia usaha, menurut Sudirman, lembaga pembiayaan itu bisa dirancang sesuai dengan kebutuhan pelaku industri tergantung kebutuhan masing-masing sektor. Bila jadi dibentuk, lembaga ini akan memfasilitasi pembiayaan untuk keperluan investasi dan modal kerja.
Selain itu, harus ada skema pembiayaan tertentu untuk restrukturisasi industri, industri prioritas, dan industri antara yang belum berkembang.
“Sektor industri sebagai penggerak utama ekonomi, membutuhkan pembiayaan jangka panjang yang kompetitif untuk investasi dan modal kerja dengan mekanisme, perizinan yang relatif sederhana, dan suku bunga rendah,” kata Sudirman.
Dengan adanya lembaga ini, Sudirman yakin industri nasional mampu bersaing dengan negara-negara industri di Asia. Khususnya Korea Selatan, India, Taiwan, dan Thailand yang sudah punya lembaga pembiayaan industri.
Sudirman mengatakan bahwa dukungan pemerintah diharapkan bisa mendorong pengembangan dan pembangunan industri hulu yang membutuhkan banyak investasi awal.
Penyertaan modal pemerintah di industri hulu juga sangat dibutuhkan untuk mendorong kemandirian industri nasional. Serta menurangi terhadap ketergantungan impor bahan baku penolong dan barang modal.
“Kebutuhan investasi di sektor hulu sangat besar dan menyebabkan swasta tidak terlalu tertarik untuk membangun industri hulu di dalam negeri,” lanjut Sudirman. (ren)

Judul: Rosan: Lembaga Pembiayaan Industri Perlu Disegerakan