IMG_8261

Mendekati Musyawarah Nasional VII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2015-2020, dukungan terhadap Rosan P Roeslani semakin deras. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial itu, melakukan pidato mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum Kadin di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu malam (21/11).

Acara deklarasi ini setidaknya dihadiri oleh 14 Ketua Umum Kadin Provinsi, 22 Ketua Umum Asosiasi, serta lebih dari 500 pengusaha anggota Kadin.

Rosan pada awalnya menolak untuk menjadi orang nomor satu di organisasi dunia usaha Indonesia. Namun, pada akhirnya Rosan merasa terpanggil dan tergerak setelah berkeliling ke berbagai daerah dan terus menerus diminta oleh berbagai pemimpin Kadin provinsi dan Asosiasi anggota Kadin untuk mencalonkan diri.

Permintaan dari berbagai pihak ini antara lain dikarenakan prestasi konkret dan keberhasilan program Palapa Fund yang digalakkan Rosan selama menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial.

Palapa Fund adalah program pembiayaan pengusaha daerah yang berpotensi untuk menjadi pengusaha berskala  nasional. Lebih dari 22 pengusaha daerah telah terpilih dan merasakan manfaatnya secara langsung.

Rata-rata telah berhasil menggandakan nilai pendapatan dan jumlah tenaga kerja sejak menerima pembiayaan Palapa Fund. Dalam deklarasinya, Rosan mengajak para anggota Kadin untuk bersama-sama membuat sejarah dengan mewujudkan reindustrialisasi Indonesia.

“Saat ini sudah waktunya bangsa Indonesia mengevaluasi diri. Ada yang salah dari cara kita mengelola perekonomian, khususnya sejak krisis keuangan 1998. Kita harus beralih dari mengelola perekonomian ke mendorong pembangunan. Kalau tidak pertumbuhan ekonomi tidak berada di dalam kendali kita sendiri dan selalu rentan dengan faktor global.

“Kunci yang utama adalah kembali membangun ekonomi yang berbasis industrialisasi dan modernisasi. Kita harus melakukan reindustrialisasi Indonesia,” tambah Rosan dalam pidato deklarasinya.

Dalam acara Deklarasi tersebut, turut hadir beberapa tokoh senior seperti Ketua Umum Kadin saat ini Suryo Bambang Sulisto, mantan Ketua Umum Kadin Aburizal Bakrie dan MS Hidayat, serta beberapa tokoh senior lain seperti Sukamdani Sahid Gitosardjono, Abdul Latief, Sharif Cicip Soetarjo, Nirwan Darmawan Bakrie, Haryadi Sukamdani, Sofyan Wanandi, Sandiaga Uno, Endriartono Sutarto, Boy Thohir, Halim Kalla, Ara Sirait, hingga Muhammad Lutfi.

Cara Wujudkan Reindustrialisasi

Rosan mengatakan, reindustrialisasi dapat dicapai dengan melakukan lima hal. Pertama, perubahan mental pelaku usaha nasional. Dari pengusaha lokal yang takut dengan pasar global, menjadi pengusaha global yang nasionalis. Atau paling minim menjadi pengusaha lokal yang mampu berpikir strategis.

Kedua, reformasi struktural untuk menciptakan visi yang terukur, holistik, dan berdampak strategis. Ketiga, mencapai skala ekonomi untuk sektor usaha yang berpotensi. Keempat, menciptakan struktur dan sistem pembiayaan yang lebih cepat, mudah, masif, dan mandiri.

Kelima, perlu lebih banyak kolaborasi antara beragam stakeholder untuk menjadikan kepentingan nasional sebagai agenda utama.

“Dari reindustrialisasi maka akan dapat lahir Local Champion, yang kemudian menjadi Global Citizen,” ditambahkan oleh Rosan.

Local Champion adalah produk, jasa, dan budaya yang dominan di dalam negeri. Sementara Global Citizen adalah Local Champion yang sukses merambah pasar dunia.

Rosan yang mengusung tag line ‘Satukan Hati, Bangkitkan Ekonomi’ turut menyebutkan Kadin punya peran yang sangat vital dalam kerangka reindustrialisasi Indonesia ini.

Jika terpilih sebagai Ketua Umum Kadin, Rosan pun menjanjikan empat hal. Pertama, akan menjadikan Kadin sebagai pilihan pertama dan utama dalam mewakili kepentingan dunia usaha.

Kedua, akan mengubah pendekatan terhadap pembuat kebijakan sehingga Kadin muncul sebagai organisasi yang independen, berani, dan dihormati.

Ketiga, Kadin akan muncul sebagai organisasi yang kuat secara substansi dan aktif dalam mendorong inovasi, serta penerapan kajian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Keempat, hanya akan memilih pengurus Kadin yang mau dan mampu menjadi teladan bagi setiap anggota Kadin. Terutama dalam hal reputasi, kompetensi, independensi, kontribusi, dan profesionalisme.

Sumber: Liputan 6