Kadin Indonesia menilai infrastruktur merupakan kata kunci di tengah kondisi ekonomi nasional yang tengah limbung. Ketersediaan anggaran yang dialokasikan pemerintah maupun yang datang dari investor sudah seharusnya diikuti gerak cepat pembangunan infrastruktur.

“Problem sekaligus solusi utama dalam pertumbuhan dan fundasi ekonomi Indonesia adalah pembangunan infrastruktur secara cepat dan masif,” papar Rosan P Roeslani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial dalam sambutannya pada acara Indonesia Infrastructure Finance Conference 2015 di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Selasa (16/6/2015).

 

IMG_7038

Rosan menjelaskan, pembangunan infrastruktur memiliki daya yang kuat untuk menggerakkan ekonomi. Melalui proyek-proyek infrastruktur terjadi perputaran uang, penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar, penggarapan yang melibatkan banyak perusahaan, hingga efek hasilnya seperti modernisasi, kesetaraan pembangunan, dan stabilitas.

“Pembangunan infrastruktur menjanjikan pertumbuhan ekonomi sekaligus daya saing yang positif. Karena itulah pembenahan infrastruktur di saat kondisi ekonomi kurang baik justru perlu mendapat sambutan yang lebih positif,” terang Rosan.

IMG_7060

Kadin juga memuji kesigapan pemerintahan Joko Widodo dalam menghadapi kondisi perekonomian saat ini. Lebih dari USD 5 miliar telah diinjeksi ke beberapa BUMN yang menangani proyek infrastruktur. Selain itu, sebanyak 11 mega proyek infrastruktur telah meluncur dari pemerintahan yang berusia kurang dari sembilan bulan ini.

“Kabar baiknya adalah, dalam hal infrastruktur, Presiden kita Jokowi lebih memilih bertindak daripada berbicara. Di bawah Jokowi, Indonesia telah berbenah secara lebih baik dan lebih cepat dari sebelumnya,” kata Rosan.

Kadin berharap dunia usaha bisa mendukung upaya dan komitmen pemerintah dengan gerak cepat dan pembiayaan yang rasional. Kadin juga berharap pemerintahan di level bawah, di Pusat maupun daerah, bisa menjabarkan keinginan Presiden guna mewujudkan pembangunan infrastruktur yang modern dan komprehensif.

IMG_7024

Pada kesempatan yang sama, Meko Perekonomian Sofyan Djalil selaku keynote speaker memaparkan rancangan besar program pembangunan infrastruktur Indonesia. Dia menjelaskan infrastruktur yang memadai erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Selama ini, pembangunan infrastruktur kurang mendapat dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah.

“Pada indeks daya saing global yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF), daya saing infrastruktur Indonesia ada di peringkat ke-61. Ini salah satu yang terburuk di lingkup ASEAN,” ujar Sofyan.

Dia melanjutkan, proyeksi yang dibuat pada Infrastructure Summit 2005, hingga tahun ini (2015) tingkat kesuksesan dan realisasi proyek infrastruktur hanya mencapai 8%. Untuk itulah pemerintah saat ini gencar mendorong pembangunan infrastruktur, didukung dengan alokasi anggaran yang besar. Sofyan memaparkan, terdapat 22 proyek skala besar dalam bidang infrastruktur yang akan direalisasikan pada tahun 2015. Di antaranya Bontang Oil Refinary di Bontang, Kaltim, West Semarang Water Supply, Semarang (Jateng), Pelabuhan Laut Bitung ( Sulut), Pembangkit Listrik Indramayu (Jabar), dan MRT Jakarta.

Saatnya Gencarkan Pembiayaan & Pembangunan Infrastruktur