JAKARTA – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ke-VII yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, 22-24 November 2015. Dalam sambutannya di Munas Kadin tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar kandidat yang mencalonkan diri bertarung secara demokratis.

“‎Tentu juga pada hari ini Anda bingung memilih siapa ketua karena semua inisialnya sama. Saya lihat R dan R. Bagi pemerintah, mari kita jalankan pemilihan yang terbaik secara demokratis. Pemerintah mendukung siapa yang paling baik di antara kita semua secara demokratis, secara profesional,” kata JK di Bandung, Senin (23/11/2015).

Adapun kandidat yang bertarung memperebutkan posisi tertinggi di Kadin tersebut, yaitu mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial sekaligus Bos Recapital Group Rosan Roeslani.

Jusuf Kalla mengingatkan Kadin merupakan organisasi yang bergerak di ekonomi, bukan di bidang ‎politik. Antara organisasi ekonomi dan organisasi politik tentu berbeda.

Suryo Bambang Sulisto Ketua Umum Kadin periode 2010-2015, menekankan pemilihan Ketua Umum Kadin dilaksanakan dengan cara-cara yang etis. Dirinya meminta untuk mengesampingkan kepentingan pribadi para kandidat ketua umum.

“Kadin bukan perjuangan untuk pribadi atau golongan, tapi untuk dunia usaha dan rakyat. Ketua Kadin bukan jabatan yang perlu diperebutkan dengan cara-cara yang tidak etis‎,” ujar Suryo.

Kedua kandidat akan memperebutkan 132 total suara, terdiri atas 30 asosiasi-asosiasi dan 102 suara dari Kadin provinsi seluruh Indonesia.‎ Tema munas ini adalah, “Memperkuat Daya Saing Ekonomi Nasional dan Daerah melalui Pembangunan Industri yang Kuat, Inovatif, dan Berkelanjutan”.

Sumber: Liputan 6