Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial mendukung langkah pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I September 2015 yang merupakan terobosan yang komprehensif agar bisa keluar dari tekanan ekonomi.

Tidak hanya itu, paket kebijakan tersebut diharapakan dapat memberikan kemudahan-kemudahan yang diperlukan bagi dunia usaha dalam merespons situasi sulit yang dihadapi saat ini.

“Langkah selanjutnya Pemerintah diharapkan segera bergerak cepat dalam mengimplementasikan paket kebijakan tersebut dengan mengajak dunia usaha untuk merespons secara tepat dan cepat situasi ekonomi saat ini melalui perumusan kebijakan jangka pendek yang diperlukan dunia usaha,” tandas Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P. Roeslani Jumat (11 September 2015).

Dia melanjutkan, banyak sumbatan dalam pembangunan ekonomi yang membutuhkan deregulasi termasuk daya saing industri nasional melalui revitalisasi industri yang 10 tahun terbengkalai karena Indonesia terlena dengan harga komoditi primer.

“Industri bisa menjadi fondasi baru perekonomian nasional. Yang dimaksud dengan industri tidak hanya sebatas teknologi fabrikasi dan manufaktur, tetapi lebih pada peningkatan nilai tambah produk,” terang Rosan

Chairman Recapital Group ini menambahkan, ada tiga sektor Industri yang perlu mendapatkan penekanan. Tiga sektor itu adalah industri yang berbasis agribisnis, industri yang berbasis komoditas, dan industri yang berbasis maritim

“Tanpa membangkitkan kembali industri, khususnya di sektor agrikultur dan maritim, maka petani, peternak dan nelayan tidak akan berdaya dan tidak pernah sejahtera. Karena nasib mereka dikendalikan pedagang besar dan tengkulak. Padahal mereka yang berproduksi. Kalau ini dibiarkan, maka struktur ekonomi kita tidak produktif, melainkan eksploitatif,” tambahnya.

Sumber: Tempo